Kota Legendaris (Kota Alexandria)

KOTA ALEXANDRIA – Jika kita mendengar tentang kota yang satu ini tidak akan ada habisnya karena merupakan kota bersejarah. Alexandria atau Iskandariyah.

Dibangun leh Alexander The Great atau Iskandar Zulkarnain dari Romawi yaitu pada tahun 332 Sm, merupakan kota pelabuhan ini pernah menjadi Ibukota Mesir selama 1.000 tahun lamanya. Sebagai sebuah kota tua, Alexandria sudah pasti menyimpan banyak jejak sejarah. Mulai dari sejarah pada masa kenabian hingga periode-periode selanjutnya. Merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah yang sangat mengagumkan sekali di kota ini adalah sebuah perpustakaan tertua di dunia. Perpustakaan ini di dirikan yaitu pada tahun 323 SM Yaitu oleh Ptolemi I penguasa panglima militer yang di kenal sangat mencintai ilmu.

Pada Sejarah nya

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Selain keindahan pantai Alexandria dan kepadatan aktivitasnya, Anda juga dapat berkunjung ke Montazah Garden. Di taman seluas 115 yard itu, pengunjung juga dapat dengan plongnya menyaksikan lengkungan pantai utara benua Afrika yang sangat menakjubkan itu. Tidak hanya eksotika pantai, di taman yang dikelilingi oleh tembok yang membentang dari timur, barat, selatan serta pantai utara itu, Anda juga dapat singgah dan bercengkrama di istana bernama Salamlek dan Haramlek. Bangunan tersebut merupakan peninggalan Raja Fuad yang dirampungkan pada tahun 1932 M. Sepoian angin di Montazah Park itu kerap menjadi magnet bagi pelancong mancanegara dan pribumi tiap kali mampir ke kota Alexandria.

Disamping wisata alamnya, Anda juga dapat berpetualangan menelusuri gunungan buku di lorong-lorong perpustakaan terbesar di dunia yang berdiri di sentral kota itu. Merujuk ke lembaran sejarahnya, perpustakaan Alexandria pertama kali dibangun oleh Ptolemi I pada tahun 323 SM. Lantaran kecintaian sang panglima militer itu terhadap ilmu, ia pun terus mengumpulkan berbagai buku dari disiplin ilmu. Karena keuletannya itu juga beliau sempat digelari si soter. Akhirnya sampai ke Ptolemi III kurang lebih 700.000 buku dan manuskrip tersimpan di perpustakaan itu.

Namun, perjalanan aset keilmuan itu malah mendapatkan tanjakan pada tahun 48 SM, akibat serangan yang dilancarkan Julius Caesar ke kota Alexandria. Sejarah mencatat tidak lebih dari 400.000 buku ludes dilahap Si Jago Merah saat itu. Insiden itu menjadi luka yang amat mandalam di kalangan di pecinta ilmu saat itu. Tidak lama berselang pasca kejadian itu, akhirnya Caesar pun meminta maaf kepada pemerintahan Mesir. Guna menebus kesalahan itu ia pun menghadiahkan sekitar 200.000 buku kepada Ratu Mesir, Cleopatra. Konon sejak itu asmara dan falling in love antara Cleopatra dan Caesar mulai bersemai.

Di Alexandria juga, ilmuwan-ilmuwan besar yang menciptakan dsar pengetahuan bagi umat manusia seperti Euclides, Archimedes dan Erathostenes yang menghabiskan sebagian hidupnya. Alexandria juga menjadi saksi bisu kisah cinta antara Ratu Mesir yang kecantikan nya melegenda, Cleopatra dengan Julius Ceasar.

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Sejak pemberangusan tersebut, Perpustakaan yang pernah menjadi ikon utama bagi para ilmuan dunia itu, mulai meredup dan tidak terurus lagi. Singkatnya Pada tahun 1990, atas inisiatif Pemerintahan Mesir dan UNESCO berniat kembali mengeksiskan lokasi pelajar tersebut. Konon katanya ketika itu, Suzane Mubarak, istri sang presiden sampai menjadi presentator di berbagai negara di Eropa, guna mengalang dana perenovasian perpustakaan itu.

Sejak Oktober 2002 Pemerintah Mesir membuka kembali perpustakaan tertua di dunia itu untuk umum. Sekarang perpustakaan Alexandria telah menyimpan jutaan buku dari pelbagai disiplin ilmu. Ruangannya juga dilengkapi 500 komputer yang dapat mengakses semua buku secara digital dan kapasitasnya juga dapat menampung sekitar 1.700 orang.

Setelah memuaskan selera baca di perpustakaan itu, perjalanan Anda juga akan semakin lengkap dengan singgah ke Qait Bay. Qait Bay Citadel adalah sebuah benteng kecil yang menjorok ke arah laut, dan didirikan di atas reruntuhan mercu suar Pharos. Saat itu, mercu suar ini mempunyai tinggi 125 meter serta 300 kamar bawah tanah yang diperuntukkan bagi para pekerja. Namun sekarang, yang tersisa dari mercu suar ini hanya bisa kita lihat di bagian pondasi benteng Qait Bay. Persisnya bangunan yang dipelopori al-Ashraf Saif al-Din Qait Bay pada tahun 1479 M itu berada di utara perpustakaan Alexandria.

Kota No DUA setelah Cairo

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Kota Legendaris (Kota Alexandria)

Di Mesir, Alexandria merupakan kota terbesar kedua setelah Cairo yaitu dengan jumlah penduduk hingga mencapai 4,1 Juta jiwa. Dengan wilayah nya yang sangat strategis membuat kota yang satu ini terkenal, baik sebagai tempat wisatanya ataupun sentra ekonomi perdagangan. Yaitu terletak di sebelah utara Mesir dan memanjang 20 Mil di pesisir laut mediterania.

Tempat Wisata  

Dengan lokasinya yang panjang di garispantai, di tambah lagi dengan keindahan alam Mesir yang cukup mempesona dan indah, tidak pelak mampu membuat mata setiap manusia nyaman memandang dan berkeinginan mengunjungi kemudian singgah di sana. Dengan latar belakang seperti itu, tentu saja membuat Alexandria menjadi salah satu objek yang bisa di jadikan tujuan utama.

Kota Alexandria

Jika melihat nama Alexandria yang ada di beberapa tempat di bagian dunia, bukan hal yang sangat mustahil. Karena nama ‘Alexandria’ ini memang acap tersemat berkeaingat dengan misi manusia yang berkeliling dunia bernama ‘Alexander”.  Di wilayah garis pantai Mesir ini, Alexander sejatinya tak begitu lama singgahnya sebab masih harus melanjutkan misi perjalanan berikutnya. Beberapa bulan ia gunakan untuk menakhlukkan beberapa wilayah dunia, di antaranya adalah menakhlukkan pimpinan wilayah Timur Tengah yang pada waktu itu ada di bawah komando negeri Persia. Dalam kurun waktu yang tak lama tersebut, Alexander mewakilkan kekuasaannya atas Alexandria kepada Cleomenes.

 Di Bawah Romawi

Beberapa abad pasca Alexander menunjuk Cleomenes, selanjutnya diurus oleh dinasti Ptolemeus. Hingga akhirnya Alexandria menjadi kota kedua setelah Roma dan menjadi kota Yunani Mesir. Namun karena kondisi dunia yang gejolaknya tak berhenti ini, maka pada abad 80 Sebelum Masehi, kota Alexandria secara resmi berada di bawah yuruduksi negeri Romawi.

Perang Sipil di Alexandria

Menjadi kota dengan banyak sumber daya, Alexandria seolah menjadi obyek bagi banyak orang untuk melangsungkan kepentingannya. Hingga pada akhirnya tahun 115 Masehi etrjadi perang sipil yang terjadi antara komunitas Yahudi dan Yunani.

Akibat dari kejadia perang tersebut, kota Alexandria hancur lebur. Sehingga pihak pemerintah mengutus seorang arsitek bernama Decriannus untuk membangun dan menata kembali kota itu.

Iskandariyah

Dalam versi berbeda, Alexandria juga disebut dengan nama Iskandariyah. Namun keberadaannya tak jauh berbeda, yaitu sebagai pelabuhan utama di Mesir, dan juga merupakan kota terbesar kedua di negara tersebut.

Iskandariyah menjadi nama sesuai nama pendirinya, yaitu Iskandar yang Agung. Daerah inilah yang juga digunakan sebagai ibu kota pemerintahan Al Iskandariyah yang lokasinya ada di pantai Laut Tengah, dengan koordinat 31°12′LU 29°15′BT, 208 km di sebelah barat laut Kairo.

Mengenai posisinya sebagai tempat penguasa Ptolemaik Mesir, Iskandariyah ini juga telah di jelaskan mengalami percepatan pembangunan, sehingga bisa dengan cepat menjadi kota termegah dari dunia Hellenistik, dan juga menjadi kota nomor dua setelah Roma, baik dalam segi luas maupun segi kekayaan.

Peringatan Pada 21 Juli

Tanggal 21 Juli 365 Masehi merupakan hari yang tak disangka-sangka. Pasalnya pada hari tersebut ada peristiwa besar yang memakan banyak korban. Ialah kejadian gempa bumi disertai tsunami yang meluluh-lantakkan daratan di sepanjang garis pantai laut Mediterania.

Seiring kejadian tanggal 21 Juli itu, sirnalah kota yang cantik yaitu Alexandria. Dan berkaitan dengan hal itu, selanjutnya hingga 200 tahun kemudian, masyarakat pun masih memeringati tanggal 21 Juli sebagai hari yang mengerikan.

Sekarang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Karena tempat nya yang penuh dengan sejarah juga keindahan kota dan tempat wisatanya, dan tentunya menarik untuk di kunjungi. Jika anda berkeinginan mengunjungi tempat tersebut namun bingung, jangan khawatir anda bisa ikut dalam program paket umroh plus turki dan mesir.  Dengan mengikuti Program itu anda bisa menyusuri tempat-tempat bersejarah lainya juga tempat wisata lainnya yang indah.