Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Seiring dengan berjalan nya waktu dan kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, Arab Saudi sebagai salah satu Negara pengekfor minyak terbesar di dunia melakukan berbagai upaya modernisasi pembangunan, baik pembangunan di bidang fisik maupun pembangunan di bidang pemikiran seperti di angkat nya seorang perempuan di bidang fisik maupun pembangunan di bidang pemikiran seperti diangkat nya seorang perempuan dalam jajaran menteri kerajaan.

Namun sangat di saying kan pemerintah Wahabi Arab Saudi dalam melakukan pembangunan di bidang fisik telah menghancurkan ratusan situs atau tempat-tempat bersejarah Islam yang telah berusia 14 abad. Menurut seorang ahli sejarah Islam Mr. Angawi sedikit nya ada 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah telah di musnah kan oleh Kerajaan Arab saudi dalam 50 tahun terakhir ini. Apalagi hal itu diperkuat dengan maklumat Dewan keagamaan Senior Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1994, yaitu mengeluarkan maklumat dengan isi ”pelestarian bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat muslim pada penyembahan berhala”.

Dari pernyataan tersebut nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi banyak menghancurkan peninggalan peninggalan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Semua jerih payah Nabi Muhammad SAW itu habis dikikis oleh modernisasi ala Wahabi. Hal itu di lakukan semata-mata demi politik uang dan modernisasi (money and modernization politics) walaupun di bungkus dengan “dalil-dalil agama” versi mereka, bukan dalil-dalil agama yang di fatwakan oleh jumhur ulama umat Islam sedunia. Ikuti Program Umroh murah bintang 5.

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Bagaimana bisa di biarkan begitu saja sepak terjang kaum Wahabi yang merupakan kelompok sangat minoritas dari umat Islam secara keseluruhan ini untuk mengobok-obok warisan peradaban Islam tanpa izin atau musyawarah dulu dengan mayoritas umat Islam sedunia ?

Inilah yang akhir nya terjadi ketika orang-2 badui Nejed menguasai tanah suci Mekah-Madinah setelah berhasil memberontak dari kekhilafahan Usmani (Ottoman Empire). Pemberontakan yang disokong Inggris ini akhir nya berujung pembentukan negara baru yang bernama Kerajaan Saudi Arabia yang wilayah nya meliputi kawasan Hijaz dan sekitar nya, termasuk 2 tanah suci Mekah dan Madinah. Kaum Quraisy yang penduduk asli Mekah pun lama-kelamaan kian tersingkir. Bahkan bani Hasyim juga telah di paksa bermigrasi ke Yordania (dengan skenario Inggris).

Kini Mekah dan Madinah sudah tidak sama lagi dengan Mekah dan Madinah yang kita baca di buku-2 sejarah Islam. Suasana sacral nya makin tergerus oleh suasana hedonisme ala Amerika.

Dulu ketika kaum pemberontak Wahabi Nejed ini berhasil menguasai kota suci Mekah dan Madinah setelah mengalahkan pasukan pemerintah Khilafah Usmani, maka para ulama di Nusantara ini pun segera merespons dengan pembentukan ‘Komisi Hijaz’. Respons ini karena para pemberontak Wahabi tersebut telah mulai melakukan perusakan dan penghancuran situs-2 sejarah Islam yang mereka temui di kedua kota suci tersebut.

Namun lama-kelamaan karena kerajaan Wahabi Saudi Arabia ini makin eksis (apalagi dengan dukungan penuh dari Amerika dan Inggris) maka respons tersebut kian mengendur. Dan tidak terasa sudah sekitar 300 situs sejarah peradaban Islam yang mereka hancurkan.
Akankah ini dibiarkan terus oleh mayoritas umat Islam sedunia ???

Seluruh situs sejarah Islam di kedua kota suci tersebut adalah milik umat Islam sedunia. Dan kaum Wahabi yang sekarang menduduki kedua kota suci itu sama sekali tidak punya hak untuk mengacak-acak nya seenak perut mereka. Oh iya ! Rencana nya, tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW pun yang sekarang di jadikan perpustakaan akan di hancurkan dan di ratakan dengan tanah oleh pemerintah Wahabi Arab Saudi untuk keperluan perluasan area parkir di sana.

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Modernisasi telah bisa di temukan di tanah suci dengan kondisi saat ini, dimana bangunan-bangunan bersejarah sedikit demi sedikit lenyap terutama bangunan di sekeliling Masjidil Haram. Tidak perlu bertanya kemana lenyap nya bangunan tersebut karena yang pasti bangunan-bangunan tersebut di jadikan sebagai perluasan Masjidil Haram sejak renovasi-renovasi awal. Perluasan ini di tujukan agar bisa menampung jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Sejarah hanya tinggal cerita tanpa ada lagi bangunan fisik yang melengkapi.

Selain karena perluasan Masjidil Haram, hotel berbintang telah banyak di bangun di sekitar Masjidil Haram dengan jarak yang cukup dekat. Hal ini tentu menjadi poin positif karena jamaah bisa lebih dekat untuk mendatangi Masjidil Haram. Bangunan hotel yang kini bertambah adalah adanya hotel Raffles Makkah Palace yang bisa melihat secara langsung Masjidil Haram hanya dari dalam kamar saja. Hotel ini sudah di lengkapi dengan empat buah restoran di dalamnya, membuat para Jemaah semakin nyaman akan fasilitas nya yang bagus.

Salah satu bangunan sejarah yang telah di hancurkan dan tinggal nama nya saja adalah Darul Arqam, tempat tersebut merupakan tempat dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi. Dan disitu pula Umar bin Khattab membaca dua kalimat syahadat dan masuk Islam. Setelah di hancurkan untuk perluasan Masjidil Haram, nama Darul Arqam menjadi nama salah satu pintu dekat dengan tempat sa’i. Dengan banyaknya jamaah yang datang ke tanah suci Mekkah menjadi sorotan utama bagi para pelaku bisnis untuk memulai usaha nya, jamaah tidak perlu bingung ketika akan mencari kebutuhan-kebutuhan sehari-hari karena semua nya sudah bisa di dapat kan tepat di depan mata.

Abraj Al-Bait adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Arab Saudi. Jangan di tanya lagi bahwa dalam mall ini semua barang-barang yang tersedia termasuk dengan merek-merek terkenal seperti Tiffany & Co dan Guess. Untuk lebih memperlihatkan modernisasi, Abraj Al-Bait dilengkapi dengan LED besar yang di terapkan di sekeliling mall agar terlihat megah. Lampu yang di pasang memberikan tambahan betapa modern nya mall yang satu ini.

Outlet-outlet makanan dan minuman sudah tidak asing lagi dan akan banyak di temui di tanah suci seperti McDonald, KFC dan Starbucks. Meskipun bukan produk merek muslim, outlet ini bisa bersaing dengan kondisi Mekkah yang dominan dengan umat muslim. Dimana pada setiap outlet di putar lantunan ayat suci al-Qura’an dan cara pelayanan di sesuaikan dengan tata cara umat muslim pada umum nya.

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Moderenisasi Perkembangan Zaman di Tanah Suci

Masjidil Haram yang di tengah-tengah nya terdapat pusat kiblat umat muslim, Ka’bah kini semakin tertutup dengan tinggi nya bangunan-bangunan yang menjulang di sekeliling nya. Termasuk salah satu bangunan pencakar langit tepat di depan pintu masuk Masjidil Haram, Mekkah Royal Clock Tower. Bangunan ini telah mamasukkan berbagai fasilitas yang bisa jamaah kunjungi sekali datang namun bisa mendapat kan semua nya, karena disini telah terdapat hotel bintang 5 dan restoran yang jumlah nya cukup yaitu 9 restoran.

Namun dari modernisasi ini yang mampu merubah semua bangunan bersejarah menjadi tempat untuk keperluan ibadah haji dan umroh, hanya satu yang tidak akan berubah yaitu Ka’bah. Dengan itu para jemaah di buat nyaman dengan fasilitas yang sangat mewah.