Asal Muasal Raja Ampat

Post Series: Bisnis

paket tour raja ampat

Wisata Raja Ampat memang boleh dibilang sangatlah unik, karena memiliki nilai sejarah atau legenda tersendiri. Legenda dari Raja Ampat sediri muncul dari masyarakat sekitar dan memiliki beberapa versi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi atau turun-temurun  mengenai cerita legenda asal – usul nama Raja Ampat sendiri. Dalam Bahasa Indonesia, Raja Ampat berarti “Empat Raja”, yaitu empat orang raja yang menguasai empat kerajaan di wilayah tersebut, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, and Pulau Batanta. Nama Raja Ampat diambil dari cerita rakyat yang ada di wilayah tersebut. Kurang lengkap rasanya jika kita hanya mengetahui Raja Ampat secara umum tetapi tidak mengetahui asal muasalnya. Adapun salah satu versi cerita legenda dari Raja Ampat yang beredar di kehidupan masyarakat asli sekitar adalah sebagai berikut.

Pada zaman dahulu ada sepasang suami istri hidup dengan sederhana di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pasangan suami tersebut mempunyai pekerjaan sebagai perambah hutan, yang kegiatan sehari – harinya pergi untuk mencari bahan makanan. Mereka bahu-membahu menyusuri hutan agar cepat mendapatkan apa yang mereka harapkan. Kemudian dalam perjalanannya mereka sampai di tepi Sungai Waikeo, dan beristirahat melepas lelah. Selama mereka beristirahat mereka melihat lima butir telur yang letaknya tidak jauh dari mereka beristirahat. Setelah itu mereka dekati dan ternyata telur – telur tadi merupakan telur dari Naga. Karena merasah menemukan telur – telur yang aneh, mereka membungkus dalam sebuah noken atau dalam Bahasa Indonesianya berarti kantong dan dibawah pulang ke rumahnya. Setelah sampai rumah, telur-telur yang mereka temukan tadi disimpan di dalam kamar.

Waktu mulai berganti dan malam pun mulai datang, telur – telur yang tadi mereka simpan didalam kamar mengeluarkan suara bisikan, mereka pun penasaran dan mencoba mengintip dari balik pintu kamar. Setelah mereka melihat kejadiannya, betapa kagetnya kedua pasangan suami istri tadi, karena melihat kelima telur yang disimpan menetas dan berwujud empat anak laki-laki dan yang satu perempuan. Kelima anak tadi memakai pakaian halus yang menandakan bahwa mereka adalah keturunan dari seorang Raja.

Hingga saat ini siapa yang memberi nama kepada anak – anak yang dilahirkan dari telur naga tersebut belum jelas, akan tetapi masyarakat sekitar mengetahui masing-masing anak tadi bernama sebagai berikut :

  1. Betani yang kemudian menjadi Raja Salawati.
  2. Dohar menjadi Raja Lilinta sebagai Pulau Misool.
  3. Mohamad menjadi Raja Waigama sebagai Pulau Batanta.
  4. War menjadi Raja di Waigeo.
  5. Pintolee, anak perempuan yang dilahirkan dari telur naga diatas.

Setelah tumbuh dewasa, keempat anak laki-laki itu menjadi raja dan memerintah dengan bijaksana. Sementara, anak perempuan (Pintolee) suatu hari ditemukan sedang hamil dan mengeluarkan dua buah telur. Setelah diketahui oleh kakak-kakak Pintolee, satu telur yang dia lahirkan diletakan dalam kulit kerang, dengan ukuran besar (Kulit Bia) dan kemudian dihanyutkan hingga terdampar disebuah pulau yang diberi nama Pulau Numfor. Dan yang satunya, tidak menetas dan berubah menjadi batu yang kemudian diberi nama Kapatnai. Batu itu diperlakukan seperti raja oleh penduduk sekitar, dan diberi ruangan tempat untuk bersemanyam serta diletakan pula dua buah batu sebagai pertanda pengawalan terhadap persemayaman tersebut. Sampai saat ini masyarakat sekitar masih menghormati keberadaan persemayaman tersebut dan menjadi objek pemujaan. untuk lebih jelas anda bisa mencari paket tour raja ampat murah dan berlibur ke raja ampat