Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah

Post Series: Travel

Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah

Masjid terapung laut merah jadi satu diantara destinasi favorite jamaah haji serta umroh asal Indonesia. Sesungguhnya, tak ada yang istimewa dari masjid yang terdapat di tepi laut merah ini terkecuali keindahan bangunannya. Selebihnya, masjid ini tak berkaitan histori Islam ataupun ritual beribadah Haji serta Umroh.

Awalannya masjid ini bernama masjid Fatimah. Makin lama banyak peziarah yang menyebutnya jadi Masjid Fatimah Az-Zahra, Nama putri Rasulullah S. A. W. Pada akhirnya, pemerintah Saudi Arabia merubah nama masjid ini jadi Masjid Arrahmah sampai hari ini untuk hindari kesalahfahaman.

Masjid Terapung ada di lokasi Corniche Jeddah, lokasi baru yang diperkembang oleh otoritas setempat. Awalannya masjid ini pernah dinamakan masjid Fatimah, masa datang pengunjung ke masjid ini se-akan terpeleset lidah menyebutkan nama masjid ini jadi Masjid Fatimah Az-Zahra, serta dikait kait kan dengan Nama putrid Rasulullah S. A. W itu, hingga lalu pemerintah Saudi Arabia merubah nama masjid ini jadi Masjid Arrahmah sampai hari ini. pergantian nama itu memanglah disengaja, satu diantara argumennya yaitu untuk hindari salah paham di antara beberapa jemaah berkaitan dengan kehadiran masjid ini.

Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah

Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah

Kota Jeddah sendiri telah berdiri mulai sejak sebelumnya Islam, tetapi titik awal perubahan cepat kota ini berlangsung pada saat pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan. Pada th. 647M, Khalifah Usman lah yang pertama kalinya jadikan kota Jeddah sebagai kota pelabuhan laut internasional untuk jemaah haji yang yang datang dari semua penjuru dunia, jadikan Jeddah sebagai gerbang paling utama untuk beberapa calon jamaah untuk menuju ke Mekah serta Madinah karena itu kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “pintu gerbang dua tanah haram”.

Konon, Kota Jeddahmerupakan tempat peristirahatan terahirSiti Udara, Istri dari Nabi Adam A. S. karena itu Jeddah sendiri kerapkali disimpulkan sebagai ‘nenek’ dalam hubungannya dengan histori itu. Masjid Arrahmah ini berdiri di lokasi Jeddah Corniche atau Jeddah Kurnis, lokasi baru yang diperkembang oleh otoritas setempat sebagai lokasi wisata disepanjang pantai laut merah. Laut merah-nya sendiri memanglah dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam cerita Nabi Musa A. S. yang dikejar oleh Fir’aun serta tentaranya lalu atas izin Allah S. W. T beliau sukses menyeberangi laut merah yang terbelah sampai selamat hingga ke Palestina berbarengan beberapa pengikut setianya, sedang Fir’aun serta bala tentaranya tewas ditelah oleh laut merah.

penjuru dunia, jadikan Jeddah sebagai gerbang paling utama untuk beberapa calhaj untuk menuju ke Mekah serta Madinah karena itu kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “pintu gerbang dua tanah haram”. Makam Siti Udara ada di lokasi pemakaman kuno di pusat kota Jeddah. Makam ini di kenal sebagai Moqbara Umna Hawwa (makamnya bunda Udara).

Lokasi Corniche Kota Jeddah

Lokasi Corniche Jeddah tempat masjid terapung ini ada adalah satu diantara lokasi yang di tata demikian indah serta sangata menawan. Lumrah apabila lalu kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “pengantin perempuannya laut merah”, serta mengingat kota ini demikian ramai mulai sejak saat ke khalifahan, kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “Kota di dalam Pasar”. Kata Corniche datang dari bhs Prancis route à corniche yang berarti ruas jalanan ditepian terjal. Tetapi lalu kata corniche sendiri berubah arti jadi satu lokasi terbuka yang luas di tepian tubuh air. Terdapat beberapa tempat seperti ini yang populer salah satunya yaitu Corniche of beirut di Libanon, corniche of Alexandria di Mesir, serta sudah pasti yaitu Corniche of Jeddah ini.

Proyek pengembangan lokasi kurnis kota Jeddah ini sukses menyabet penghargaan ‘Big Project Middle East Award” di bln. Desember 2012 yang diadakan oleh Big Project Middle East Magazine, yang memberi penghargaan untuk perusahaan maupun individu yang sudah berperan untuk pembangunan serta industri yang berkepanjangan di negara negara teluk.

Kota Jeddah juga begitu populer sebagai tempat peristirahatan terahir ibu semuanya manusia, Siti Udara, Istri dari Nabi Adam A. S. karena itu Jeddah sendiri kerapkali disimpulkan sebagai ‘nenek’ dalam hubungannya dengan histori itu. Makam Bunda Udara ada di lokasi pemakaman kuno di pusat kota Jeddah. Makam ini di kenal sebagai Moqbara Umna Hawwa (makamnya bunda Udara). Walau demikian banyak ketentuan yang perlu dipatuhi waktu berziarah ke makam ini, salah satunya yaitu dilarang membawa kamera, video serta alat perekam yang lain serta wanita dilarang masuk ke areal pemakaman itu.

>> LIHAT : Masjid Terapung Jeddah <<

Jemaah lelaki salatnya didalam masjid, sesaat jemaah perempuan dibagian luarnya. Disiapkan karpet-karpet yang tidak tipis serta bersih untuk sajadah salat. Tempat salat perempuan ada di teras masjid dibagian sebelahnya, dekat dengan pantai Laut Merah. Angin berembus sepoi-sepoi membelai jemaah perempuan yang melaksanakan ibadah disana. Selesai salat dapat sembari berjalan-jalan disana nikmati panorama Laut Merah. Dibagian pintu masuk masjid ini, terdapat banyak pedagang cinderamata khas Arab, pacar Arab atau henna paket serta penjual buah seperti kurma.

Seperti kota metropolitan yang lain dibagian dunia yang lain, kota Jeddah juga selalu bersolek, lokasi kurnis kota Jeddah tempat masjid terapung ini ada adalah satu diantara lokasi yang di tata demikian indah serta sangata menawan. Lumrah apabila lalu kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “pengantin perempuannya laut merah”, serta mengingat kota ini demikian ramai mulai sejak saat ke khalifahan, kota Jeddah juga memperoleh julukan sebagai “Kota di dalam Pasar”.

Masjid Ar-Rahmah ini tidaklah hanya satu masjid yang ada di lokasi Corniche kota Jeddah. Namun terdapat banyak masjid yang lain yang memiliki ukuran lebih kecil di bangun di sepenjang pantai itu sebagai sarana keagamaan untuk muslim mana saja yang tengah ada di lokasi itu. Di antara masjid masjid itu yaitu Island Mosque atau Masjid Pulau, Masjid Ruwais serta masjid Kurnis yang semua sukses memperoleh penghargaan dari Aga Khan Award of Architecture.

Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah - Tampak Dalam Masjid Terapung

Keindahan Mesjid Terapung Laut Merah – Tampak Dalam Masjid Terapung

Masjid terapung laut merah jadi satu di antara destinasi favorite jamaah haji dan umroh asal Indonesia. Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dari masjid yang ada di pinggir laut merah ini kecuali keindahan bangunannya. Selebihnya, masjid ini tidak terkait sejarah Islam maupun ritual melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

Permulaannya masjid ini bernama masjid Fatimah. Semakin lama banyak peziarah yang menyebutnya jadi Masjid Fatimah Az-Zahra, Nama putri Rasulullah S. A. W. Selanjutnya, pemerintah Saudi Arabia mengubah nama masjid ini jadi Masjid Arrahmah hingga hari ini untuk jauhi kesalahfahaman.

Masjid Terapung ada di tempat Corniche Jeddah, tempat baru yang dikembangkan oleh otoritas setempat sebagai tempat wisata disepanjang pantai laut merah.

Masjid satu ini mungkin saja yakni masjid paling popular di kota Jeddah untuk sebagian jemaah haji ataupun jemaah umroh, termasuk jemaah dari Indonesia. Nama ‘masjid terapung laut merah’ seolah telah melekat dalam daftar kunjungan yang disiapkan oleh sebagian penyelenggara melaksanakan ibadah haji dan umroh di tanah air, walau sebenarnya tak ada keunggulan apapun dalam hubungan dengan melaksanakan ibadah haji ataupun umroh dengan masjid satu ini, tak ada kaintannya juga dengan sejarah Islam serta tak ada keunggulan pahala sholat di masjid ini, kunjungan ke sini hanya cuma wisata.

Permulaannya masjid ini pernah diberi nama masjid Fatimah, saat datang pengunjung ke masjid ini se-akan terpeleset lidah mengatakan nama masjid ini jadi Masjid Fatimah Az-Zahra, dan dikait kait kan dengan Nama putrid Rasulullah S. A. W itu, sampai lantas pemerintah Saudi Arabia mengubah nama masjid ini jadi Masjid Arrahmah hingga hari ini. perubahan nama itu memang disengaja, satu di antara alasannya yakni untuk jauhi salah pengertian diantara sebagian jemaah terkait dengan hadirnya masjid ini.

Kota Jeddah sendiri sudah berdiri sejak mulai terlebih dulu Islam, namun titik awal pergantian cepat kota ini berjalan ketika pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan.

Pada th. 647M, Khalifah Usman lah yang pertama kalinya menjadikan kota Jeddah sebagai kota pelabuhan laut internasional untuk jemaah haji yang yang datang dari semuanya penjuru dunia, menjadikan Jeddah sebagai gerbang paling penting untuk sebagian calon jamaah untuk menuju ke Mekah dan Madinah karenanya kota Jeddah juga peroleh julukan sebagai “pintu gerbang dua tanah haram”.

Konon, Kota Jeddahmerupakan tempat peristirahatan terahirSiti Hawa, Istri dari Nabi Adam A. S. karenanya Jeddah sendiri seringkali diambil kesimpulan sebagai ‘nenek’ dalam hubungan dengan sejarah itu.

Masjid Arrahmah ini berdiri di tempat Jeddah Corniche atau Jeddah Kurnis, tempat baru yang dikembangkan oleh otoritas setempat sebagai tempat wisata disepanjang pantai laut merah. Laut merah-nya sendiri memang diterangkan dalam Al-Qur’an dalam narasi Nabi Musa A. S. yang dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya lantas atas izin Allah S. W. T beliau berhasil menyeberangi laut merah yang terbelah hingga selamat sampai ke Palestina bersamaan sebagian pengikut setianya, tengah Fir’aun dan bala tentaranya tewas ditelah oleh laut merah.

Makam Siti Hawa ada di tempat pemakaman kuno di pusat kota Jeddah. Makam ini dikenal sebagai Moqbara Umna Hawwa (makamnya bunda Hawa).

Tempat Corniche Kota Jeddah

Tempat Corniche Jeddah tempat masjid terapung ini ada yaitu satu di antara tempat yang di tata sekian indah dan sangata menawan. Wajar jika lantas kota Jeddah juga peroleh julukan sebagai “pengantin perempuannya laut merah”, dan mengingat kota ini sekian ramai sejak mulai waktu ke khalifahan, kota Jeddah juga peroleh julukan sebagai “Kota didalam Pasar”. Kata Corniche datang dari bhs Prancis route à corniche yang bermakna ruas jalanan ditepian terjal. Namun lantas kata corniche sendiri beralih arti jadi satu tempat terbuka yang luas di tepian badan air. Ada banyak tempat seperti ini yang popular satu diantaranya yakni Corniche of beirut di Libanon, corniche of Alexandria di Mesir, dan pastinya yakni Corniche of Jeddah ini.

Proyek pengembangan tempat kurnis kota Jeddah ini berhasil menyabet penghargaan ‘Big Project Middle East Award” di bln. Desember 2012 yang diselenggarakan oleh Big Project Middle East Magazine, yang berikan penghargaan untuk perusahaan ataupun individu yang telah bertindak untuk pembangunan dan industri yang berkelanjutan di negara negara teluk.

Masjid Ar-Rahmah ini tidaklah cuma satu masjid yang ada di tempat Corniche kota Jeddah. Tetapi ada banyak masjid yang lain yang mempunyai ukuran lebih kecil dibangun di sepenjang pantai itu sebagai fasilitas keagamaan untuk muslim mana saja yang tengah ada di tempat itu. Diantara masjid masjid itu yakni Island Mosque atau Masjid Pulau, Masjid Ruwais dan masjid Kurnis yang semuanya berhasil peroleh penghargaan dari Aga Khan Award of Architecture.